Blog/ Rote Island Yang Menakjubkan

Rote Island Yang Menakjubkan

Berawal dari keinginan untuk berlibur menikmati kembali pesona keindahan alam pulau-pulau terluar di bagian timur wilayah Indonesia akhirnya membuatku mencoba untuk mencari informasi tentang tempat-tempat indah yang bisa dikunjungi, bagaimana caranya pergi kesana, berapa biaya yang dibutuhkan serta mencari tempat penginapan yang ideal disana melalui browsing informasi di internet.  Akhirnya Rote Island menjadi pilihan pertama.

Baa, Ibukota Kabupaten Rote Ndao, NTT

Kepulauan Rote merupakan satu wilayah kabupaten, yakni Kapubaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.  Merupakan kabupaten paling selatan di Republik Indonesia.  Ibukota kabupaten ini terletak di Baa. Kabupaten Rote Ndao memiliki luas wilayah 1.731 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 76.352 jiwa (Th. 2000).  Terdapat 8 kecamatan di kabupaten ini, yakni Kec. Rote Timur; Kec. Pantai Baru; Kec. Rote Tengah; Kec. Rote Selatan; Kec. Busalangga; Kec. Rote Barat Daya; Kec. Rote Barat Laut dan Kec. Rote Barat.


Asal Mula Nama Pulau Rote

Konon, asal nama Pulau Rote berasal dari kisah sebuah kapal Portugis yang terkena badai di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.  Kapal itu karam tetapi penumpangnya berhasil menyelamatkan diri ke sebuah pulau. Saat tentara Portugis itu sampai ke pulau tersebut, mereka bertemu dengan penduduk lokal, seorang petani. Petani itu terkejut melihat orang kulit putih, karena terkejutnya saat salah satu tentara tersebut bertanya dimana dia berada sekarang, si petani yang tidak mengerti bahasa Portugis tergagap-gagap menjawab hanya dengan menyebutkan namanya...."Rote...Rote...", karena itu akhirnya pulau tersebut diberi nama -Rote- dan sering disebut -Roti- oleh orang luar negeri.


Transportasi


Kapal Ferry biasa dari Pelabuhan Bolok menuju
Pelabuhan Pantai Baru, Rote Ndao
Perjalananku dimulai dari Juanda Airport, Surabaya pada tanggal 2 September 2011.  Ada beberapa penerbangan domestik dari Surabaya, Jawa Timur menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, diantaranya Garuda Indonesia, Batavia Air, Sriwijaya Air dan Lion Air.  Dengan menggunakan penerbangan sore yakni Batavia Air pada pukul 16.45 WIB akhirnya saya sampai juga di El Tari Airport Kupang pada pukul 19.55 WITA.  Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tujuan utama yakni Kepulauan Rote.  Banyak pilihan untuk menuju Pulau Rote, bisa mengunakan pesawat kecil -Susi Air- dari El Tari Airport Kupang menuju Rote Ndao, atau bisa dengan naik kapal ferry cepat dari Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Baa di Rote Ndao.  Kalau ingin yang lebih murah lagi bisa menggunakan kapal ferry biasa dari Pelabuhan Bolok menuju Pelabuhan Pantai Baru dengan biaya jauh lebih murah dan perjalanan jauh lebih lama.

Pilihanku jatuh pada -ML Express Bahari- yakni sebuah kapal cepat yang membawaku meninggalkan Timor Island menuju Rote Island, karena dengan ferry cepat bisa turun langsung di Ibukota Kapubaten Rote Ndao yang punya akses transportasi lebih mudah untuk menuju Nembrala.  Pagi itu pukul 07.00 WITA saya dijemput taxi yang akan mengantarku ke Pelabuhan Tenau.  Mobil taxi disini tidak seperti taxi-taxi di kota besar yang berplat nomor warna kuning harga sesuai jarak tempuh yang tertera di argo, tetapi yang menjemputku adalah mobil APV berplat nomor hitam dan harga sudah dipatok sebesar Rp. 70.000,- per trip menuju ke Pelabuhan Tenau.  Pukul 07.27 WITA, sampailah saya di Pelabuhan Tenau. Ada 2 ticket yang ditawarkan, VIP class biayanya sebesar Rp. 165.000,- per orang sedangkan economics class sebsar Rp. 120.000,- per orang.  Sedangkan biaya masuk mobil pengantar penumpang ke pelabuhan sebesar Rp. 5000,- per mobil yang juga ditanggung oleh penumpang.  Perjalanan menggunakan kapal ferry ML Express Bahari ditempuh hampir 2 jam, yakni mulai dari pukul 08.45 WITA sampai di Pelabuhan Baa pukul 10.31 WITA.  Tapi kalau sedang musim angin barat, yaitu antara bulan Januari s/d Pebruari perjalanan yang ditempuh bisa sampai 2,5 jam.  Dan kita tidak bisa menikmati  perjalanan dan indahnya pemandangan Selat Rote atau disebut juga dengan Selat Pukuafu.  Pada saat musim angin barat tinggi gelombang laut bisa mencapai 3-6 meter dengan kecepatan angin 25-30 knot/jam atau 40-45 km/jam.  Menurut informasi Selat Rote termasuk selat paling ganas di perairan Indonesia karena di selat ini merupakan tempat bertemunya arus gelombang dari Laut Sawu, Laut Timor, Laut Flores dan Samudra Hindia. Saat kapal ferry yang kunaiki melewati selat ini akan terasa perbedaannya adanya goncangan dan kapal bergoyang-goyang lebih keras di banding sebelum dan setelah melewati selat tersebut yang cenderung lebih tenang gelombangnya.

Boa Beach
Teman seperjalananku selain penduduk lokal, terlihat banyak wisatawan asing yang juga mengunjungi Pu
Sudah Dibaca Oleh Pengunjung
Diposting Pada Tanggal 26/02/2015 1:10:36
Diposting Oleh eveline@tr*****

Travel Blog Lain Wajib Kamu Baca !

Blog Wisata
[KULINER] 10 Kuliner Khas Cirebon Mantap...
20/01/2015 15:43:46
4530 Pengunjung
Blog Wisata
[KULINER] 12 Kuliner Mie Maknyuuuss...
20/01/2015 15:48:13
3390 Pengunjung
Blog Wisata
10 Negara Biaya Transportasi Paling Mahal
18/01/2015 0:26:25
1511 Pengunjung
Blog Wisata
10 Wisata di Makasar Yang Wajib Kamu Kunjungi
28/01/2015 18:33:49
3066 Pengunjung
Blog Wisata
10 Wisata Penang Malaysia Wajib Dikunjungi
14/01/2015 17:56:35
2492 Pengunjung
Blog Wisata
15 Lokasi Kuliner Wajib di Bandung
25/01/2015 0:46:01
3280 Pengunjung
Blog Wisata
15 Lokasi Kuliner Wajib di Bogor
25/01/2015 0:47:00
3800 Pengunjung
Blog Wisata
3 Hari Perjalanan di Brunei Darussalam
15/10/2014 21:30:10
1584 Pengunjung