Trip ke Baduy Luar di Awal Tahun 2017, traveloblog 186

Trip ke Baduy Luar di Awal Tahun 2017

Klik Untuk Share    
Tips Wisata dan Jalan Jalan
Sudah Dilihat Oleh : 2897 Pengunjung
Setelah di tahun 2014 bergabung dengan komunitas iphonesia, di akhir tahun daku pun diajak oleh salah satu master iphonesia Bang Fajar a.k.a. Japra (@thejapra) buat trip murah meriah ke Baduy. Sebelumnya emang pernah beberapa kali browsing tentang trip kesana tapi nggak jadi-jadi mulu karena nggak ada temen. Tanpa pikir panjang, daku iyain dong.

Jumat, 2 Januari 2015
Kami ber-11 yang terdiri dari daku, Bang Japra, Bang Mario, Gawi, Om Andi, Bang Wirgum, Bang Rambo, Bang Baba, Angger, dan duo Putri (Putri Item dan Putri Mulya) berkumpul di Stasiun Tanah Abang sekitar jam 7 pagi. Kereta Rangkas Jaya yang menjadi tunggangan kami berangkat pada pukul sekitar 8 pagi.

KA Rangkas Jaya
Sampai di Stasiun Rangkasbitung, kami melanjutkan perjalanan dengan naik angkot menuju Terminal Aweh. Perjalanan dari stasiun menuju Terminal Aweh kami tempuh selama kurang lebih 15 menit dengan ongkos 4 ribu rupiah. Dari Terminal Aweh, kami transit dengan naik angkot macam minibus menuju Terminal Ciboleger. Perjalanan ini kami tempuh selama 2 jam dengan ongkos 25 ribu rupiah. Angkot menuju Ciboleger ini tidak akan jalan jikalau penumpang kurang dari 20 orang. Gerahnya terasa banget Soub, di tengah perjalanan pun beberapa penumpang termasuk Gawi terpaksa pindah ke atap angkot karena ada beberapa penumpang wanita yang naik.

Suasana di Angkot Minibus :3
Sesampainya di Terminal Ciboleger, kami bertemu Kang Saidam; penduduk suku Baduy Luar, tour guide kami, sekaligus pemilik rumah yang kami singgahi selama sehari semalam ke depan. Kami juga menyempatkan diri ke Alfamart di Terminal Ciboleger buat jajan-jajan asik dan membeli bahan makanan. 
Terminal Ciboleger
Setelah makan di perbatasan Desa Ciboleger dan Kampung Baduy Luar, akhirnya kami berteduh di rumah Kang Saidam sekaligus meletakkan barang bawaan. Nekad menerobos hujan setelah menunggu hujan yang galau kadang gerimis kadang deres selama 2 jam, kami pun melakukan trekking ke Danau Dangdang Ageng. Melalui tanjakan dan turunan berbatu penuh lumpur yang bikin otot seluruh tubuh emez emez lemez.

Group Selfie di Danau Dangdang Ageng
Sabtu, 3 Januari 2015
Keesokan harinya, setelah menyantap nasi goreng asap (karena cara masaknya masih pakai kayu bakar) buatan istri Kang Saidam, kami berkunjung ke kampung tetangga, menempuh jarak yang lebih sadis, menuju Kampung Gajebo. Gak jelas bo ngos-ngosannya. Yang jelas bo, kearifan lokal penduduknya lebih beragam dari kampung-kampung Baduy Luar sekitarnya.

Perkampungan Baduy Luar
Ki Sinah. 99 Tahun, Petua Baduy Luar yang Masih Nampak Sehat :)
Yang tak kalah membius adalah jembatan bambu di ujung kampung Gajeboh. S 186