Blog/ Wisata Yang Bisa Dilakukan Di Wakatobi Selain Menyelam

Wisata Yang Bisa Dilakukan Di Wakatobi Selain Menyelam

photo by  Hanani Fadlilah

photo by Hanani Fadlilah

Menghabiskan quality time dengan cara traveling bersama sahabat terdekat adalah ide yang terlintas dibenak saya untuk menghabiskan liburan musim panas. Wakatobi adalah satu-satunya destinasi pilihan yang manjadi ego saya.

Segelintir keinginan untuk menyambangi dunia bawah laut paling indah di dunia. Ratusan jenis koral, ribuan spesies ikan, dan gugusan terumbu karang, siapa yang dapat menolak surga dunia seperti ini. Pekatnya bau garam, angin laut yang lengket di kulit, takaran cahaya matahari yang pas, dan ruas-ruas cahaya yang menembus alam bawah laut, hanya satu kata yang ingin saya ucapkan untuk semua orang, “kalian harus menjamahnya sebelum tutup usia”.

Rencana memang tak selalu berjalan mulus. Respon dari orang yang saya sebut sahabat terlalu cepat, belum sempat menyelesaikan deskripsi mengenai Wakatobi, ia sudah memotong pembicaraan.

“Aku nggak bisa berenang, cari destinasi lain saja”, sebuah respon yang cukup mengacaukan ekspektasi liburan di sana. Bagi seorang yang hanya mendengar desas-desus tentang Wakatobi, mungkin “menyelam” hanyalah satu-satunya kegiatan yang dapat dilakukan, padahal ada banyak hal yang bisa dilakukan selain menyelam bagi kamu yang tak bisa berenang.

Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan saat berada di Wakatobi jika kamu bukan seorang perenang;

1. Menilik Benteng Pertahanan Terluar Kerajaan Buton

Sejarah bukanlah mata pelajaran yang saya suka, tapi pasti ada sesuatu yang bisa dinikmati dari penggalan sejarah. Benteng Patua, salah satu yang bisa dinikmati hingga saat ini.

Cobalah berdiri di bangunan benteng paling tinggi, posisi yang cukup strategis untuk memanjakan mata melihat hamparan Laut Banda, deretan Pulau Runduma, Pulau Wangi-Wangi, dan Pulau Keludupa.

Seandainya saya hidup pada masa kejayaan Kerajaan Buton, pasti saya dapat melihat lalu lintas bajak laut seperti dalam film “Pirates of The Carribean”.

2. Mengunjungi Manusia Perahu di Pemukiman Atas Laut

Duduk bersantai di teras rumah panggung, mencicipi cumi-cumi bakar sambil mencelupkan mata kaki di air laut, serta bercengkrama dengan ibu-ibu suku Bajo adalah makan siang terbaik yang akan kamu rasakan di sana.

Berkunjung ke desa Suku Bajo akan membuatmu tertegun secara tiba-tiba. Kemampuan survive di atas laut hanya dengan mengandalkan kayu sebagai tempat tinggal dan perahu sebagai transportasi utama patut diacungi jempol.

3. Manjakan Lidah dengan kuliner wakatobi

photo by Aan Suryatwan

photo by Aan Suryatwan

Pola pikir “belum makan kalau belum makan nasi” harus dihapus ketika kamu berkunjung ke Wakatobi. Di sini kamu bisa menikmati Kasuami, makanan pokok pengganti nasi. Bentuknya menarik, seperti tumpeng, tapi dalam bentuk mini dan terbuat dari ubi jalar yang diparut. Rasanya gurih dan padat di mulut, satu Kasuami cukup untuk memenuhi perutmu.

Jangan lupa pula untuk menikmati Ikan Parende. “Ikan Parende Cuma ada di Wakatobi, tambahlah yang banyak” ucap salah seorang ibu dengan lilitan kain di kepalanya. Pada dasarnya Ikan Parende dimasak seperti sup ikan, rasa bawang putih dan kunyit cukup kuat dan mantap.

4. Belajar Menari Bersama Para Gadis Cantik

photo by Kamaruddin azis

photo by Kamaruddin azis

Menikmati tarian tradisional memang keren, tapi kamu akan tampak lebih keren lagi jika turut mempelajarinya. Menjadi bagian dari kesepuluh gadis dalam tarian Lariangi akan membuatmu tertular akan kecantikan mereka.

Dahulu tarian ini digunakan untuk hiburan dalam kerajaan, tapi kini bergeser menjadi pertunjukan seni yang dapat dinikmati berbagai kalangan. Uniknya lagi, kamu tak hanya bisa menari, tapi juga sembari bernyanyi.

5. Lari dari Keramaian ke Bukit Kahayangan

photo by melyafindi

photo by melyafindi

Sekedar duduk-duduk sendiri menikmati gradasi warna sinar sunset. Suara deburan ombak, hangatnya matahari, hamparan laut dan pemandangan pelabuhan adalah suasana yang sempurna untuk menikmati kesendirian.

6. Berkunjung ke Pantai Penghasil Mata Air

Berjalan telanjang kaki di atas pasir putih dengan gaun pantai dan kacamata hitam, tak buruk untuk dilakukan di Pantai Molii Sahatu. Suasana sepi cocok untuk memaksimalkan mengambil foto. Tapi cobalah perhatikan mata air yang berada di sekitaran pantai. Terdapat mata air yang

Sudah Dibaca Oleh Pengunjung
Diposting Pada Tanggal 16/03/2015 21:43:07
Diposting Oleh eveline@tr*****

Artikel Lainnya

Blog Wisata
10 Restoran Romantis Yang Ga Boleh Dilewatkan
17/05/2017 2:47:47
Pengunjung
   
Blog Wisata
11 Film Yang Membuat Kamu Ngebet Untuk Traveling
16/03/2015 22:04:43
2417 Pengunjung
   
Blog Wisata
12 Hal Yang Bisa Kamu Temuin di Bandung
30/04/2015 20:27:21
3396 Pengunjung
   
Blog Wisata
4 Alasan Yang Membuat Aku Selalu Kembali Ke Dieng
20/01/2016 22:44:54
2346 Pengunjung
   
Blog Wisata
5 Hal Yang Membedakan Petualang dan Orang Rumahan
30/04/2015 20:40:29
1597 Pengunjung
   
Blog Wisata
6 Lokasi di Bali Yang Selalu Bikin Kenangan Manis
28/03/2015 1:55:12
2514 Pengunjung
   
Blog Wisata
7 Biaya Tak Terduga Saat Traveling
22/03/2015 2:50:40
1690 Pengunjung