Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit Saat Traveling, traveloblog 216

Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit Saat Traveling

Klik Untuk Share    
Tips Wisata dan Jalan Jalan
Sudah Dilihat Oleh : 1687 Pengunjung

 Menggunakan Kartu Kredit Saat Traveling 

Menggunakan Kartu Kredit Saat Traveling
Image by : Fotosearch

Urusan pekerjaan ataupun jalan-jalan kadang membawa kita ke luar negeri. Selama di luar negeri, kartu kredit tentu menjadi pilihan praktis alat pembayaran. Akan tetapi, jika tidak digunakan dengan bijak, ia bisa membawa petaka bagi kondisi finansial Anda. Perhatikan yang berikut agar hal tersebut tidak menimpa Anda.

#1 Hubungi pihak bank
Anda tentu tidak mau kartu kredit Anda tiba-tiba dibekukan karena transaksi yang dianggap di luar kebiasaan. Untuk menghindari, beritahu pihak bank akan rencana perjalanan Anda. Dan mintalah nomor layanan yang dapat dihubungi di negara tujuan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

#2 Ketahui limit kartu
Periksa kembali limit kartu Anda yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Dan juga pastikan kartu kredit tersebut masih aktif selama Anda berada di luar negeri.

#3 Bawa kartu cadangan
Bawalah kartu cadangan yang hanya akan Anda gunakan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kehilangan kartu atau terjadi gawat darurat medis.

#5 Jeli akan biaya
Gangguan keamanan dan kenyamanan tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari diri sendiri. Perhatikan biaya-biaya tambahan kartu kredit yang digunakan di luar negeri. Biasanya, transaksi dikenakan biaya tambahan sebesar dua hingga empat persen. Ingat! Itu belum termasuk biaya penggunaan ATM dan selilsih kurs.

#6 Kritis
Simpan semua bukti belanja dan tranksaksi, mulai dari bon restoran, toko oleh-oleh, hingga hiburan. Cocok kan bon-bon dengan surat tagihan kartu kredit untuk menghindari transaksi yang tidak Anda lakukan.

#7 Jangan terlalu percaya traveler
Sesama traveler memiliki empati satu sama lain, dan cenderung tak segan saling membantu, bahkan untuk soal keuangan. Terkadang, demi memudahkan akses transportasi, para traveler akan mengusulkan untuk bahu-membahu menyewa kendaraan, dan membayarnya via kartu kredit seseorang. Masalahnya, jika tidak berhati-hati, metode seperti ini bisa menimbulkan polemik di kemudian hari. Perlu diketahui bahwa aturan lalu-lintas di setiap negara berbeda. Dan jika melanggar, surat keterangan tilang dan denda akan dikirim kemudian (bukan di waktu yang sama dengan kejadian). Dan ke mana ia akan dikirim? Tentu saja ke alamat pemilik kartu kredit, yang dianggap penyewa kendaraan tersebut. Waspadalah soal hal ini 216