4 Alasan Yang Membuat Aku Selalu Kembali Ke Dieng, traveloblog 427

4 Alasan Yang Membuat Aku Selalu Kembali Ke Dieng

Klik Untuk Share    
Tips Wisata dan Jalan Jalan
Sudah Dilihat Oleh : 2344 Pengunjung

1. Lewat puncak bukit Sikunir, saksikan indahnya pesona golden sunrise yang menyinari Negeri di Atas Awan

Golden sunrise di Puncak Sikunir

 

Dieng Plateau dikenal juga dengan sebutan Negeri di Atas Awan. Kalau kamu ingin tahu kenapa kawasan itu dianamakan begitu, naiklah sebelum fajar menuju Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan. Dari sinilah kamu bisa menemukan negeri indah itu, di mana kilau golden sunrise menyinari gumpalan awan di bawah kakimu.

Bukit Sikunir dan golden sunrise-nya memang menjadi destinasi favorit wisatawan saat berlibur ke Dieng. Dengan trek yang mudah dan singkat, tak heran kalau tiap musim liburan tempat ini selalu dipenuhi wisatawan yang ingin menikmati indahnya pesona golden sunrise.

 

2. Dari Sikunir, mampirlah ke Desa Sembungan dan jamahi eloknya Telaga Cebong

Desa tertinggi di Pulau Jawa

 

Puas menikmati panorama golden sunrise di Bukit Sikunir, mampir dulu ke Desa Sembungan. Inilah desa yang letak wilayahnya paling tinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian sekitar 2.200 mdpl. Desa yang disebut juga dengan Desa Matahari ini konon merupakan desa tertua di kawasan Dieng. Pada pagi hari, kamu bisa berjumpa dan menyapa penduduk setempat yang sedang berjemur menghangatkan diri di desa terdingin ini.

Di desa Sembungan ini pula, kamu bisa menemukan Telaga Cebong yang disebut-sebut sebagai telaga di atas awan. Sambil menikmati telaga yang diselimuti kabut, gak ada salahnya untuk menghangatkan diri dengan secangkir kopi di warung-warung sekitar telaga.

 

3. Ingin menikmati keelokan Negeri di Atas Awan yang lebih menantang? Camping-lah di puncak gunung Prau dan nantikan terbitnya matahari di cakrawala

Pemandangan dari Gunung Prau

Pemandangan dari Gunung Prau via twitter.com

Selain Bukit Sikunir, ada lagi tempat istimewa untuk menyaksikan indahnya golden sunrise, yaitu di puncak Gunung Prau. . Tak heran jika di akhir pekan para pendaki berbondong-bondong nge-camp di atas sana, sampai-sampai puncaknya penuh tenda.

Ada dua jalur yang biasa dilewati pendaki, salah satunya adalah jalur pendakian melalui Desa Patak Banteng, Dieng. Jalur ini lumayan curam tapi juga jalur tersingkat untuk sampai ke puncak. Cukup 3 jam mendaki, kamu udah bisa sampai ke puncak. Makanya, gunung ini pas buat pendaki yang masih pemula.

 


4. Keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, dua telaga cantik yang bersandingan

Pemandangan Telaga Warna dan Pengilon dari atas Batu Ratapan Angin

Jangan lewatkan mengunjungi Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Dua telaga ini berada bersisian, hanya dibatasi sejengkal rumput dan pepohonan. Tapi, perbedaan warna yang mencolok menjadikan kedua telaga ini unik, apalagi jika dilihat dari atas Batu Ratapan Angin yaitu dua buah batu besar yang berada di atas bukit tak jauh dari Dieng Theatre.

Telaga Pengilon memiliki air yang jernih yang bisa kamu gunakan untuk becermin—itulah asal mula nama Pengilon, dari kata ngilo yang dalam bahasa Jawa artinya becermin. Telaga Warna juga memiliki eksotismenya tersendiri. Warna telaga ini bisa berubah-ubah seiring waktu. Ajaib, ‘kan?

Paket Wisata Dieng 3 Hari 2 Malam

427