Monday, May 3, 2021

Tips Menjaga Keuangan Selama Pandemi Agar Tetap Aman

Posted by Doni on Monday, May 3, 2021


 

Mengurus keuangan di periode wabah perlu lebih cermat diperbandingkan saat keadaan normal. Periode wabah dipenuhi oleh periode ketidakjelasan.

Banyak beberapa perusahaan yang alami pengurangan penghasilan hingga memilih untuk lakukan Pemutusan Jalinan Kerja (PHK) ke pegawainya.

Hingga, seringkali karyawan yang kehilangan kerjanya di periode wabah. Disamping itu, walau masih mempunyai pekerjaan juga seringkali yang pendapatannya menyusut.

Lalu, seperti apakah panduan mengurus keuangan di periode wabah?

1. Mengatur pengeluaran tak tetap dengan sistem rerata

Dalam penataan cash flow (penghasilan dan pengeluaran) bulanan, karena itu pengeluaran dibagi jadi dua tipe yakni pengeluaran masih dan faktor (tak tetap).

Pengeluaran tak tetap dapat berbentuk ongkos bahan bakar kendaraan tiap hari atau biaya transportasi, ongkos berbelanja bahan makanan, ongkos listrik, dan yang lain. Sementara pengeluaran masih dapat berbentuk angsuran rumah atau kendaraan.

Pengeluaran masih pasti lebih gampang dicatat dan diputuskan besarannya daripada yang tak tetap. Karena itu, Lifepal merekomendasikan, kerjakan penghitungan rerata pada pengeluaran tak tetap Anda dalam 3 bulan atau lebih.

Misalkan, hitung rerata bill listrik sepanjang delapan bulan. Misalnya, bila sesudah dihitung rerata bill listrik sepanjang delapan bulan capai Rp 1,dua juta karena itu Anda disarankan membagikan uang optimal diangka itu untuk keperluan listrik.

2. Utamakan yang harus dan perlu

Utamakan pengeluaran Anda untuk keperluan yang karakternya harus disanggupi atau dibayarkan lebih dahulu. Pertama, beli beberapa barang keperluan primer seperti minum dan makan, sampai menabung ongkos pengajaran anak.

Disamping itu, pengeluaran harus yang lain yakni bayar pajak dan angsuran hutang jika ada.

Keperluan-kebutuhan yang memiliki sifat kemauan atau yang terkait dengan hoby atau pola hidup pasti dapat dikurangkan sedikit, terlebih jika keadaan keuangan kita belum juga sehat.

3. Lunasi hutang konsumtif berbunga besar, dan tidak boleh lebih kembali

Bila Anda mempunyai cadangan kas yang cukup karena itu lunasi hutang periode pendek yang memiliki sifat konsumtif dan berbunga besar, baik yang berada di kartu credit, angsuran tanpa kartu credit, atau utang online.

Biarkan hutang itu masih ada, malah dapat mengusik cash flow Anda di bulan-bulan seterusnya. Bila harus berutang, yakinkan hutang yang Anda sampaikan ialah hutang produktif.

Dengan catatan, keseluruhan hutang Anda tidak melewati nilai asset dan angsuran dari semua hutang Anda /bulannya masih di bawah 35% dari pendapatan.

4. Taruh dana genting di lokasi yang seharusnya

Dana genting pasti harus ada dan ada di periode yang penuh ketidakjelasan ini. Maksudnya untuk menomboki ongkos hidup ketika kita kehilangan pekerjaan.

Lifepal merekomendasikan, seorang bujang kemungkinan telah cukup hanya dana genting sejumlah 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan. Tetapi untuk mereka yang telah berumah-tangga, lebih bagus di atas 6 kali pengeluaran /bulan.

Menabung dana genting sebenarnya cukuplah sederhana, Anda perlu menyisihkan uang sejumlah 10% dari pendapatan /bulan saja dengan teratur.

5. Berpikir 2x untuk mencari untung dari asuransi

Gunakan asuransi untuk keperluan perlindungan atau pelindungan atas resiko saja, dan belilah asuransi kesehatan atau asuransi jiwa dengan faedah murni untuk pelindungan kesehatan atau jiwa.

Upayakan sedapat mungkin untuk membagikan dana optimal 10% dari penghasilan bulanan dan tidak kurang, untuk keperluan perlindungan.

6. Masih pinggirkan uang untuk investasi, tetapi sesuai arah

Tiap bulannya, Anda harus tetap mengutamakan pengeluaran untuk melakukan investasi buat penuhi arah periode pendek atau periode panjang.

Tulis dengan detil beberapa hal yang jadi tujuan periode pendek atau periode panjang. Tulis juga jumlahnya uang yang diperlukan untuk penuhi arah itu di hari esok dengan memakai perkiraan inflasi tahunan. Lantas pilih bermacam instrumen investasi yang pas dengan profile resiko Anda.

7. Cukup pinggirkan 10% dari penghasilan untuk hal memiliki sifat kemauan

Self penghargaan atau menganakemaskan diri dengan beli barang yang karakternya kemauan memanglah bukan sebagai hal yang dilarang dalam rencana keuangan. Ini sebuah langkah untuk menghargai diri sesudah kita berusaha keras, supaya kita lebih berbahagia dan lepas dari depresi.

Tidak ada kelirunya untuk membagikan 10% dari penghasilan bulanan kita tiap bulan untuk kepentingan ini.  Solusi pinjaman dana sesuai dengan preferensi anda dan mudah disetujui.

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment